Tjoe Teng, Mualaf Tiongkok Penggagas Berdirinya Masjid Agung Indramayu
Indramayu - Sejarah masjid Agung Indramayu menyebutkan pembangunan di mulai tahun 1937 Masehi. Dari sebuah langgar (mushola) berukuran kecil di tepian sungai Cimanuk. Dikarenakan intensitas perdagangan pada masa itu membuat sebagian besar warga pribumi yang beragama Islam berinisiatif gotong royong membangun sebuah langgar yang sederhana.
Adapun tujuan dibangunnya langgar tersebut untuk sarana ibadah bagi umat Islam di sekitar tepian sungai Cimanuk. Keberadaan langgar tersebut belum diberi nama, hanya bertujuan untuk memfasilitasi sarana ibadah di sela-sela rutinitas perdagangan di tepian sungai Cimanuk.
Dalam pemugaran langgar tersebut yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Peran penting Tjoe Teng seorang mualaf Tiongkok ini yaitu mewakafkan tanah seluas 1 hektar yang terhampar di sekitar langgar tersebut untuk kepentingan pembangunan langgar.
Tjoe Teng yang pada saat itu dikenal sebagai saudagar yang kaya dengan berbagai jenis usahanya baik berupa beras maupun komoditas lainnya, ikut dengan sukarela menyumbangkan sebagai rezekinya untuk pemugaran langgar. Tjoe Teng sangat dihormati oleh warga pribumi meski mualaf yang berasal dari Tiongkok, warga pribumi menganggap Tjoe Teng sebagai penduduk pribumi.
Selain peran dari Tjoe Teng, masyarakat sekitar pun ikut membantu baik dengan tenaga maupun materi. Setelah dibangun dengan gotong royong, maka diberikan nama Masjid Agung Indramayu dan cukup besar pada zamannya, serta menjadi pusat kaum muslimin dan muslimat dalam menjalankan ibadah, termasuk juga menjadi berkumpulnya masyarakat Indramayu ketika melaksanakan ibadah sholat Ied.


Komentar
Posting Komentar